Kliring Mandiri di tunda Friday, Sep 26 2008 

Heran juga ngeliat pengumuman di situsnya Bank Mandiri yang menyatakan kalau semua kliring per 26 September 2008 setelah jam 12.00 GMT+7 akan diproses mulai tanggal 6 Oktober 2008. Kok enak banget yach??! Padahal dalam periode tersebut saya pikir semua orang pasti butuh transaksi. Imbasnya juga ke cash flow juga negh, sampai sekarang gaji juga belum tertransfer, padahal rekan kerja lain yang mempunyai account selain mandiri sudah menerima gaji. Jadi yang salah perusahaan saya atau di pihak Mandiri yang sengaja “nahan”?!!

Bayangkan saja, uang untuk Lebaran masih ditahan (diproses) oleh bank gimana nanti saya ngasih angpaow buat keponakan?!! Moga-moga ada penjelasan dari pihak Bank Mandiri

Merdeka??! Saturday, Aug 16 2008 

Hmnn… menilik berita di www.detik.com ada yang menarik seputer sejarah bangsa mengenai Pahlawan PETA Supriyadi. Mengapa??! Sebagai generasi yg lahir di tahun ‘80an (Masa Orba) aku merasa bingung mana yang benar-benar sejarah. Ketika dulu sewaktu menjalani pendidikan di SD kita mendapat pelajaran Sejarah Bangsa (waktu itu bernama PSPB) yang materinya berisi seputar sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada waktu itu Supriyadi dinyatakan Pahlawan yang hilang, bingung!!! itu yang ada dibenakku. Nggak tau sekarang apakah masih ada pelajaran Sejarah di sistem pendidikan kita.

Tetapi menilik pidato Bung Karno JasMerah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah), bagiku sejarah memang tidak boleh dilupakan begitu saja, dari sejarah banyak pelajaran berharga dan nilai-nilai positif di dalamnya. Sungguh tragis sekarang ini kalo kita lihat berita di TV para veteran pejuang kita cuman dihargai dengan sebuah LENCANA. Tidak sepatutnya bangsa yang besar ini memperlakukan mereka hanya sebatas lencana, pertaruhan nyawa mereka menjadi jaminan kemerdekaan bangsa ini tidak bisa dibayar dengan apapun. Namun bangsa ini setidaknya bisa memerdekakan mereka dengan kesejahteraan yang layak. Kalo dalam bahasa kita ada kalimat bijak “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan”, tetapi yang ada hanyalah sebuah kalimat besar saja, tidak ada yang lain.

Dirgahayu HUT Republik Indonesia ke-63